Menanti hati.
Malam yang terasa lebih lama daripada malam-malam kemarin.
Kuhabiskan dan kulewati hanya duduk diam berdoa menanti pagi.
Tuhan, aku sedang menanti sebuah hati yang siap sedia mengisi
disaat kosong. Membunuh setiap rasa sepi yang kian lama semakin menyakiti hati.
Guyuran air hujan tak mampu memadamkan kobaran api yang ada dihati menjadi
mati.
Tuhan, aku sedang menanti sebuah hati yang bisa menerima apa
adanya diriku ini.
Aku sedang menanti hati.
Menanti seseorang yang mau hatinya untuk aku isi. Aku menanti
orang yang sukarela akan menyerahkan hatinya untuk aku miliki.
Aku menanti orang yang ditakdirkan tuhan untuk menemani,
menjaga dan menghabiskan sisa waktu yang telah tuhan beri.
Semoga selalu bersama sampai mati.
Hai, aku sedang menanti hati. Kamukah orangnya?